![]() |
| Fadli Zon Provokasi Soal Penyelundupan 5.000 Senjata |
Terlebih kasus ini disampaikan dari mulut langsung Panglima TNI, Gatot Nurmantyo sendiri. Pasalnya menurut Fadli Zon issue ini jika memang benar nyata akan mengancam keamanan negara kesatuan republik Indonesia.
Temuan-temuan tersebut masih diselidiki oleh Badan Intelijen Militer , Meski BIN (Badan Intelijen Negara) mengakui bahwa transaksi itu dilakukan oleh mereka.
Klaim yang dilayangkan oleh Panglima TNI sebagai informasi intelijen dianggap adalah informasi yang meleset. Tapi BIN menganggap issue tersebut harus kembali di klarifikasi.
Mari Di Baca Berita Terkait : Adu Domba TNI POLRI Semakin Nyata Di Depan Mata , Masyarakat Diminta Waspada !
Sebenarnya senjata itu adalah pesanan resmi Banda BIN melalu persetujuan Mabes Polri. Karena senjata yang dipesan masih tergolong senjata laras pendek dan bukan untuk standard perang.
Sehingga sebenarnya menurut Kepala BIN Budi Gunawan bahwa persoalan ini seharusnya tidak dibesar-besar kan oleh Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI. Wewenang senjata ini sejatinya masih termasuk dalam urusan internal Mabse Polri.
Issu penyelundupan itu yang diberitakan mencapai 5.000 pucuk senjata, Ternyata menurut pengakuan Budi Gunawan hanya ada 500 pesanan senjata saja yang dipesan oleh BIN.
Berita Politik Terkini - Sehingga diduga telah terjadi kesalahpahaman antara kedua Badan Keamanan Negara yaitu TNI dengan Mabes Polri dalam hal ini. Tapi atas klarifikasi yang dilakukan oleh Budi Gunawan ini, Fadli Zon menganggap bahwa Badan Negara yang menyelundupkan senjata yang dimaksud Gatot bukanlah BIN.
Fadli Zon kekeh bahwa Panglima TNI tidak mungkin salah dan gegabah menyampaikan informasi sepenting ini dihadapan publik. Jadi dia merasa ada lembaga lainnya yang memang secara diam-diam melakukan sebuah rencana penyelundupan itu.
"Saya yakin yang dimaksud Panglima TNI bukan lah BIN, Karena BIN masih termasuk dalam badan kemiliteran atau aparat hukum di Indonesia. Jadi issue penyelundupan 5.000 senjata ini masih harus diwaspadai." Beber Fadli Zon di Jakarta pada Hari Minggu 24/09/17
"Mudah-mudahan Pak Gatot bisa cepat menyelesaikan masalah ini, Kita berharap kesatuan dan keamanan rakyat Indonesia jangan sampai terusik oleh ancaman tersebut."
"Kita percayakan saja pada TNI yang selama ini masih bisa dipercaya sebagai benteng keamanan Republik Indonesia. Saya berharap juga Presiden tegas dalam menghadapi situasi ini nantinya." Tuntasnya

No comments:
Post a Comment