![]() |
| Adu Domba TNI POLRI Semakin Nyata Di Depan Mata , Masyarakat Diminta Waspada ! |
M.Arief Pranoto selaku pengamat Geopolitik dan Direktur Studi Kawasan dan Geopolitik Global Future Institutte menghimbau agar masyarakat sadar akan hal ini.
Beliau menuturkan bahwa kondisi ini sebenarnya dimainkan oleh para aktor politik dan juga pihak asing yang sedang mencoba memainkan suasana persatuan ditanah air.
Para Politikus yang rakus akan kekuasaan bekerja sama dengan pihak asing untuk membentuk Proxy War agar bisa menduduki bangku pemerintahan tertinggi di Indonesia. Ini bukan sekedar issue belaka dan sangat dibenarkan oleh Arief Pranoto menurut pengamatannya.
Baca Juga : Kebijakan Tax Amnesty Di Anggap Gagal Total
Dia menilai akan ada organiasasi atau kelompok yang melaju kencang dengan memanfaatkan kondisi perpecahan yang sedang terjadi untuk menekan geoekonomi negara kita.
Ada kekuatan global yang berusaha mencampuri urusan dalam negri Indonesia dengan meanfaatkan oknum aparat keamanan Indonesia. Maka itu hubunga TNI POLRI yang diangaap sebagai kelemahan paling ampuh untuk memecah belah persatuan di nusantara.
Berita Politik Terkini - Dengan terpecahnya dua lembaga keamanan paling besar itu sangat mudah kelompok tertentu itu masuk dan menguasai pemerintahan. Langkah tersebut akan mengakibatkan ekonomi indonesia juga melemah seperti yang diingikan oleh negara-negara tetangga.
Arief dalam hal ini menyebutkan Ketika Parpol sudah di belah , Ormas telah di pecah , Dan Netizen di sosial media semakin liar. Itu semua sudah menjadi tanda-tanda bahwa TNI POLRI yang sekarang harus waspada sebagai benteng pertahanan negri ini.
Meski Menkopolhukam Wiranto kemarin pada 24-09-2017 telah mengklarifikasi soal klaim Panglima Gatot Nurmantyo soal 5.000 senjata itu adalah sebuah kesalah pahaman antara BIN dengan TNI.
Jadi senjata yang dimaksud oleh TNI ternyata adalah pesana BIN (Badan Intelijen Negara) yang jumlahnya hanya 500 pucuk senjata saja. Senajata itu pun masih tergolong laras pendek sehingga tidak membutuhkan ijin dari TNI.
Wiranto berharap bahwa masyarakat tidak terpancing dengan issue penyelundupan senjata ini dan media tidak menyimpangkan berita yang sebenarnya.
Karena Wiranto menegaskan peran media ditengah kondisi sekarang ini sangat berpengaruh besar dalam suhu politik dan ekonomi dalam negri.

No comments:
Post a Comment