![]() |
| Provokasi Simulasi Perang Dunia III Amerika Serikat |
Berita Terkini Internasional - Provokasi Simulasi Perang Dunia III mulai diciptakan oleh Amerika Serikat lewat kebijakan luar negrinya. Belum lama ini Pentagon mengeluarkan kebijakan secara geopolitik.
Geopolitik yang menjadikan China, Rusia, dan Iran sebagai musuh utama mereka. Hal ini telah terjadi semenjak tahun 2001 saat China-Rusia menandatangani kerjasama strategis dibawah naungan Shanghai Cooperation Organization.
Itu adalah sebuah kerjasama kedua negara adikuasa dalam pengembangan bidang energi, perdagangan, dan kemiliteran.
Baca Juga : Gerindra Provokasi Rakyat Sebut PDI-P Sebagai PKI
Maka dari itu, Jika melihat kebijakan luar negri AS soal Sanksi ekonomi yang diputuskan oleh Kongres AS kepada Rusia, Seolah menegaskan agar kongres itu menghalangi Gedung Putih dibawah Kepresidenan Ronald Trumpt.
Selama ini Trump dinilai terlalu memperlunak embargo terhadap Rusia, Maka Sanksi ekonomi AS ini sebuah hal wajar dari bagian integral dari kebijakan Militer dan Intelijen Pentagon.
Kendati demikian sanksi ekonomi yang ditentukan kongres belakangan ini lebih ditujukan untuk Rusia. Selain itu juga untuk melumpuhkan kekuasaan Trump dan kwenangannya.
Berita Terkini Indonesia - Tapi persekutuan China dan Korea Utara yang telah mencapai puncaknya pada ketegangan AS-Korut. Semua ini terjadi akibat pengembangan persenjataan nuklir beberapa bulan terakhir.
Maka dari itu keterkaitan Rusia-China-Iran-Korea Utara menjadi senjata Pentagon untuk mengintervensi keempat negara tersebut.
AS yang merupakan Anggota NATO pun menjadi punya kuasa yang cukup besar untuk mengintervensi negara-negara itu.
Celakanya skema dibalik sanksi ekonomi pada Rusia ini akan melemahkan potensi kerjasama Rusia dengan negara disekitarnya yaitu Uni-Eropa.
Dipastikan Uni-Eropa akan ikut mengembargo Rusia untuk menghindari sanksi dari Amerika Serikat.
Padahal negara-negara mayoritas Uni-Eropa bergantung impor gas dari Rusia. Skenario Pentagon ini akan memicu sebuah konflik antar keempat negara itu dengan negara tetangganya sendiri.
Salah satunya Korea Selatan akan ikut melawan Hegemoni China yang pro ke Korea Utara.
Begitu juga dikawan Eropa Timur yang merupakan negara bekas Uni Soviet yang disebut Kauskus, Suriah dan Irak di Timur Tengah.
Militerisasi Teluk Persia akan dibentuk untuk melawan Iran, Laut China Selatan dan Selat Taiwan yang akan melawan China dan Korut.

No comments:
Post a Comment