Breaking

Promo Bonus Gudang Poker Online Desember 2017 - Februari 2018, Game Online Terbaik

Tuesday, August 22, 2017

Konfrontasi RI-Malaysia Jadi Kesempatan War Proxy Negara Adidaya

Konfrontasi RI-Malaysia Jadi Kesempatan War Proxy Negara Adidaya
Konfrontasi RI-Malaysia Jadi Kesempatan War Proxy Negara Adidaya

Berita Politik Nasional - Konfrontasi antara RI dan Malaysia yang sedang terjadi saat ini, Diperkirakan banyak pengamat menjadi kesempatan bagi negara adidaya. Bukan pertama kalinya konfrontasi seperti ini terjadi, Konfrontasi terparah pernah terjadi pada tahun 1963 - 1965.

Sejarah inilah yang ditakutkan banyak pengamat sejarah di Indonesia yang menilai persoalan tentang bendera terbalik yang kemarin terjadi adalah sebuah pancingan konflik.

Kita tahu juga bahwa di Malaysia adalah salah satu negara boneka Inggris dan sekutunya sampai hari ini. Sehingga jika kita melihat pada kejadian dimasa lampau tahun 1963 , Malaysia sejatinya tidak merdeka secara utuh.

Mereka membiarkan negaranya masih dicampuri oleh pengaruh kepentingan-kepentingan dunia barat. Dalam masalah ini Mantan Wakil Menlu dan Jubir Departemen Luar Negri 1958 - 1965 mengistilahkan masalah ini sama seperti kejadian dulu antara Jakarta VS Singapura.

Silahkan Baca Juga : Invasi Perang Candu Jadi Skema Penjajahan Era Modern

Dibalik itu semua terkandung persoalan-persoalan yang sangat krusial orang-orang Cina yang bermukim di Singapura dan waktu itu masih bergabung dalam Federasi Malaysia.

Ganis juga menuturkan Cakrawala pada era Pemerintahan Soekarno, Sejarah masa silam menunjukkan bahwa pemerintah Kolonial Belanda sudah menyerahkan supremasi ekonomi kepada Singapura sebagai daerah jajahan Inggris.

Berita Politik Nasional Terbaru - Pemerintah Belanda terpaksa harus menerima kenyataan bahwa bagian bagian dari Sumatera yang terkenal dengan Kepulauan Riau saat ini.

Namun pada tahun 1963 Bung Karno dengan lantang menggerakkan seluruh masyarakat di Sumatera untuk menolak pengaruh Inggris masuk kewilayah tersebut.

Bung Karno menyuarakan Sumatera harus masuk dalam Pemerintahan NKRI bukan Federasi Malaysia. Karena menurut beliau Federasi Malaysia itu hanya ingin melakukan pembodohan terhadap masyarakat utara.

Kejadian itulah yang memancing konflik-konflik yang sering terjadi sampai hari ini dengan negara boneka Inggris itu. Padahal sesama serumpun Melayu harusnya tidak pantas untuk berpihak kepada blok Barat.

Maka sejak di era pemberontakan Bung Karno tahun 1963-1965 itu mulai dikenallah teriakan 'Ganyang Malasia !' yang dipopulerkan oleh Presiden pertama sekaligus proklamator Kemerdekaan indonesia itu.

Apa lagi semenjak berdirinya Negara Singapura yang berisikan orang-orang China yang mengusir orang pribumi Melayu ke wilayah pinggiran. Indonesia semakin menunjukkan sikapnya untuk melawan kedua negara tetangganya yang adalah boneka penghianat ciptaan blok Barat.

Maka itu menurut Ganis Harsono, dikondisi yang seperti ini, Dia mengharapkan masyarakat Indonesia tidak terpancing akan konfrontasi-konfrontasi yang sengaja dilakukan oleh negri Jiran itu.

Negri jiran Malaysia selalu ingin Indonesia terpancing emosinya agar Blok Barat bisa iktu campur atas Indonesia dengan alasan perdamaian dikawasan Indo-Malaysia.

Sehingga Sekutu tidak sulit untuk mendapat alasan membangun wilayah strategis kemiliterannya di tanah air kita. Karena selama ini Pemerintahan kita dikenal tidak mengijinkan pangkalan militer asing berdiri dinegara kita.

Dengan demikian, Jika nantinya kita sebagai masyarakat Indonesia terpancing dan malah mengajak Malaysia berperang, War Proxy Barat akan tertuju kepada wilayah Nusantara.

No comments:

Post a Comment

Promo Bonus UBC Poker Online Desember 2017, Situs Game Poker Terpercaya 728x90