![]() |
| Invasi Perang Candu Jadi Skema Penjajahan Era Modern |
Berita Terpanas - Invasi Perang Candu yang digunakan menjadi skema penjajahan di era modern ini, Sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 1839.
Beberapa perang candu yang tercatat dalam sejarah adalah Perang Candu ke 1 pada tahun 1839-1842 dan Perang Candu ke 2 tahun 1856-1860. Semua kejadian itu terjadi dalam beberapa perperangan sporadis barat lainnya.
Menurut beberapa Catatan Sejarah Literatur, Kependudukan Barat dianggap tidak bermaksud untuk menjadikan China sebagai daerah kekuasaan koloni.
Tetapi lebih kepada pencapaian kepentingan dalam perdagangan dunia barat, Sekaligus untuk meruntuhkan semangat juang rakyat Republik China.
Alasan ini pun dipertanyakan oleh bekas negara jajahan kolonia barat. Apa perbedaan menancapkan kepentingan dan melemahkan daya juang rakyat ?
Silahkan Dibaca Juga : Malaysia Sengaja Menghina Bendera Merah Putih Dalam Acara SEA GAMES 2017
Kedua hal ini sama-sama bertujuan untuk menguasai suatu wilayah secara keseluruhan untuk mengeruk keuntungan. Itu sama saja dengan praktik-praktik tujuan kolonialisme penjajahan dimuka bumi.
Perang Candu ke 1 pertama kali diterapkan oleh negara Inggris yang memaksa China harus menandatangani Traty Of Nanjing pada tahun 1842. Selain itu juga ada perjanjian The British Supplementary Treaty Of The Bogue ditahun 1843.
Dalam perjanjian tersebut China diharuskan membayar upeti sebersar $ 21 Juta sebagai ganti rugi biaya perperangan.
Tiongkok pun diwajibkan membuka jalur perniagaan dengan Barat lewat pelabuhan di Guangzhou, Jinmen, Fuzhou, Ningbo, Shanghai, dan Inggris juga meminta Hongkong sebagai wilayah jajahannya.
Berita Terpanas Indonesia - Tahun 1859 seusai pasca perjanjian Nanjing, Perang Sporadis yang pecah karena China menghalangi masuknya pasukan diplomat asing ke Beijig. Inggris dengan dibantu sekutunya Prancis akhirnya berhasil melumpuhkan Beijing.
Maka itu banyak pengamat sejarawan dunia yang memperkirakan perang candu ini akan diulang kembali oleh dunia barat. Karena negara-negara berkembang di Asia yang cukup mengkhawatirkan bagi kaum barat.
Mereka akan berusaha untuk menekan laju perkembangan negara-negara di Asia seperti China, Jepang, Indonesia, Singapura dan negara berkembang di Asia lainnya.
Hal ini semakin mengkhawatirkan semenjak dikenalnya era globalisasi yang membebaskan perdagangan antar benua. Globalisasi pun diperkirakan menjadi pintu terbukanya perang candu yang di invasikan secara diam-diam oleh pihak barat.
Semua ini didapat dari survei yang membuktikan tingkat persentase pecandu narkotika di wilayah Asia tiap tahunnya meningkat.

No comments:
Post a Comment