![]() |
| Fakta Kasus Ibas Yudhoyono Kental Akan Arogansi Politik |
Berita Politik Panas - Fakta kasus yang menyangkut nama Ibas atau Edhie Baskoro yang merupakan ptra mantan presiden SBY, Makin tercium kental akan arogansi politik.
Hal ini berani dengan tegas disampaikan oleh Yulianis salah satu terdakwa terduga korupsi Wisma Atlet oleh KPK.
Kekecewaan itu diluapkan oleh Yulianis ketika memberikan keterangan terkait penanganan kasus yang dinilai tidak adil dan ada tebang pilih.
Lihat Juga : Kondisi Perekonomian Pemerintahan Jokowi Seperti Jaman Soeharto 1997
Yulianus pun membeberkan bahwa dua mantan komisioner KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto tidak berani untuk memanggil Ibas.
Padahal Ibas adalah salah satu tersangka utama yang juga diduga sebagai dalang korupsi dalam kasus ini, Menurut keterangan Yulianis.
Secara kasat mata seolah-olah Ibas dimata publik tidak dijadikan tersangka. Padahal Muhammad Nazaruddin yang adalah Bendahara Umum Partai Demokrat sudah ikut membeberkan keterlibatan Ibas.
Berita Politik Terbaru - Tidak hanya itu saja, Yulianis pun juga mendapat pernyataan dari penyidik KPK.
Para penyidik tersebut menuturkan bahwa Ibas tidak dapat dipanggil dalam kasus Nazzarudin karena alasan pertemanan dengan Abraham Samad dan BW.
"Ini sangat lucu untuk diceritakan, Tapi saya harus membongkar ini semua. Saya pernah bertanya sesuatu yang penting kepada penyuidik KPK." Tuturnya
"Saya menanyakan, Kenapa Ibas Tidak Dipanggil Juga ?? Tapi dengan santay mereka menjawab, Permintaan Pemanggilan itu Ditolak karena menurut komisioner itu adalah teman." Ungkap Yulianis
Seperti kita ketahui Komisioner KPK saat itu adalah AS dan BW. Maka sudah mulai tercium aroma kental arogansi politik yang dimiliki oleh Demokrat untuk mencampuri kasus ini.
Kita juga tahu bersama-sama dari awal bahwa Ibas adalah seorang anak orang paling berpengaruh dibangsa ini.
Pernyataan berani Yulianis ini semakin membuka kebusukan-kebusukan partai yang coba membekingi para koruptor.
Bahkan KPK yang tadinya dianggap Independet berhasil untuk diintervensi oleh aktor-aktor politik yang bermain dalam skandal kasus korupsi.
"Saya kalau ingat hal itu sering tertawa sendiri jadinya, Apa iya sudah tidak ada lembaga negara yand independet lagi dinegri ini??" Kata Yulianis

No comments:
Post a Comment