Breaking

Promo Bonus Gudang Poker Online Desember 2017 - Februari 2018, Game Online Terbaik

Tuesday, July 25, 2017

Kondisi Perekonomian Pemerintahan Jokowi Seperti Jaman Soeharto 1997

Kondisi Perekonomian Pemerintahan Jokowi Seperti Jaman Soeharto 1997
Kondisi Perekonomian Pemerintahan Jokowi Seperti Jaman Soeharto 1997

Berita Nasional - Banyak pengamat yang menilai Kondisi Perekonomian Pemerintahan Jokowi tengah dalam kondisi kritis. Bahkan diprediksikan akan terjadi seperti tahun 1997.

Ekonom Senior dari Institute of Development for Economy and Finance, Didik J Rachbini turut memperingati kabinet pemerintahan jokowidodo.

Baca Dulu : Pemerintahan Jokowi Dipercaya Mata Internasional Saat Ini

Perekonomianj yang memburuk ini ditengah daya beli masyarakat yang tiap harinya semakin merosot. Kejadian inipun memancing meningkatnya tingkat kemiskinan yang masih memuncak.

Pasalnya keputusan pemerintahan jokowidodo yang salah akan membuat krisis di sektor ekonomi seperti tahun 1997-1998 silam. Momen tersebutlah yang akhirnya membuat rezim order baru soeharto tumbang.

Maka jika Presiden Jokowidodo tidak sadar akan hal ini, Rezim Soeharto akan terulang kembali dijaman sekarang ini.

"Daya beli sekarang makin menurun. Itu merupakan bukti konkrit semakin bertambahnya angka kemiskinan. Pemerintah harus bergerak sekarang, Jangan hanya diam ! " Tegas Didik yang diwawancarai awak media

Berita Nasional Terbaru - Didik juga menegaskan, Bila saja kondisi ini dibiarkan dan tidak ditanggulangi, Maka ini akan memancing ketidakpuasan rakyat pada kualitas pertumbuhan ekonomi dan kinerja pemerintah.

"Saya bisa pastikan bahwa ini akan menjadi hal yang negatif bagi pemerintah. Secara politik saat ini juga akan memanas karena ketidakpercayaan publik pada pejabat." Ungkapnya

"Tidak menutup kemungkinan fenomena revolusi tahun 1997-1998 akan kembali lagi. Kemiskinan akan naik 2 kali lipat lebih buruk dari sekarang."

Didik juga ikut mengkritisi  mengenai rencana reshuffle kabinet yang terus dilakukan Presiden Jokowi.

Menurutnya masalah utamanya adalah program pemerintah yang tidak efektif, Namun tetap dipertahankan dengan terus-menerus dengan meormbak kabinet.

Saat ini berdasarkan fakta dari Badan Pusat Statistik (BPS) per April, Jumlah rakyat miskin bertambah menjadi 28,34 Juta kepala.

Tetapi angka itu memang mengalami penurunan menjadi 28,23 Juta kepala. Persentase inipun sangat kecil dan tidak berefek signifikan.

Menurut laporan rasio kesenjangan sosial, Masih terjadi ketimpangan yang cukup terasa dalam perekonomian indonesia saat ini.

Angka rasio kesenjangan ini berada pada angka 0,395 poin dari angka sebelumnya pada tahun 2016 yaitu 0,397.

No comments:

Post a Comment

Promo Bonus UBC Poker Online Desember 2017, Situs Game Poker Terpercaya 728x90