![]() |
| Sosialisasi Elektronifikasi Jalan Tol di Bandung Oleh Bank Indonesia |
Sistem Elektronifikasi ini sebenarnya sudah sejak lama dilakukan di Ibu Kota Jakarta, Namun untuk beberapa wilayah lainnya di Indonesia belum diterapkan seluruhnya.
Masih banyak kendala yang dihadapi Bank Indonesia sebagai penyedia saran pembayaran lewat alat Elektronifikasi ini. Tapi bulan ini mereka menargetkan pulau jawa sudah harus tersosialisasi soal sistem pembayaran jalan tol menggunakan E-Tol.
Sosialisasi ini akan mulai dilakukan di daerah Jawa Barat, Khususnya Bandung. Wiwiek Sisto selaku Kepala BI Jabar menjelaskan bahwa sosialisasi itu adalah persiapan penerapan elektronofikasi jalan tol secara nasional 1 oktober.
Baca Juga : Presiden Negara Koma , Kondisi Persatuan Terguncang
Dia juga membeberkan bahwa sistem pembayaran elektronik dijalan tol akan menggunakan sistem interkoneksi dan interperabilitas. Saat ini sistem itu sudah didukung oleh seluruh bank besar yang berdiri di indonesia.
Tapi dia mengakui bahwa demi berjalannya program ini sangat dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak, Seperti perbankan dan badan usaha jalan tol, Serta masyarakat yang selama ini masih cukup banyak menolak.
Berita Terkini Indonesia - Masyarakat menilai program ini justru nantinya hanya merepotkan para pengguna jalan tol. Khususnya para supir-supir angkutan umum yang mayoritas tidak mempunyai tabungan rekening dibank.
Karena masalah ini Bank Indonesia sedang mencari solusinya dengan bekerjasama dengan beberapa perusahaan niaga seperti indomaret , Alfamart, dll. Nanti kedepannya kartu E-Tol sudah bisa didapatkan pada supermarket atau tempat pembelanjaan tertentu.
Untuk pengisian saldonya pun Bank Indonesia juga sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi seperti Indosat, Telkomsel, dan XL. Agar nanti para pengguna E-Tol bisa mengisi saldo tanpa perlu di ATM.
Semua bisa dilakukan dengan layanan pengisian Voucher Pulsa Elektronik yang pasti lebih mempermudah para pengguna layanan E-Tol.
Wiwiek menyampaikan program ini nantinya akan memberikan banyak efek positif bagi masyarakat luas. Pasalnya survei selama ini membuktikan bahwa kemacetan dijalan tol sering terjadi di pintu gerbang pembelian tiket tol.
Karena sistem manual dengan menggunakan uang tunai sering memakan waktu para pengguna tol dalam menunggu kembalian dan aktifitas menghitung para penjaga tol tersebut.
"Sebenarnya program seperti ini sudah berjalan di Ibu Kota Jakarta sejak tahun lalu. Maka berkat uji coba di Jakarta kami menilai bahwa program ini berefek positif" Ungkap Wiwiek Sisto
"Untuk itu 1 oktober nanti program E-Tol ini akan kami coba sosialisasikan 1 oktober nanti secara nasional, Khususnya di Bandung. Kami berharap masyarakat bisda mengubah prilaku transaksi tunai menjadi non-tunai."
"Bank Indonesia optimis bahwa pada akhir tahun nanti, program E-Tol ini sudah bisa dijalankan dengan baik diseluruh daerah di Indonesia." Katanya

No comments:
Post a Comment