Breaking

Promo Bonus Gudang Poker Online Desember 2017 - Februari 2018, Game Online Terbaik

Friday, September 15, 2017

PLN VS Pertamina Dibalik Motif Impor LNG Singapura

PLN VS Pertamina Dibalik Motif Impor LNG Singapura
PLN VS Pertamina Dibalik Motif Impor LNG Singapura
Berita Nasional - Pertarungan PLN Vs Pertaminan semakin terlihat dalam kontrak Heads Of Agreement (HoA) yang setujui PLN tersebut. Keppel Ofshore dan Pavillion Energy Singapura sudah menjalin kerjama sama dengan perusahaan miliki BUMN itu.

Dalam kejadian ini PLN dinilai konyol dan tidak etis dalam menjalankan ketentuan yang seharusnya dijalankan sesuai undang-undang. Dalam proyek LNG ini seharusnya mereka mengajak Pertamina sebagai mitra utamanya.

Tapi apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini? Para pengamat ekonomi dan politik ada persaingan tidak sehat yang terjadi antara kedua kubuh Badan Usaha Miliki Negara ini.

Padahal kita ketahui Indonesia sendiri adalah salah satu pemegang peran penting produsen gas terbesar didunia beberapa tahun lalu. Sementara itu Menko Kemaritiman juga mengkritik langkah yang dilakukan PLN.

Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Kemaritiman sama sekali tidak diberikan informasi secara utuh peta bisnis LNG nasional dari pihak tersebut sampai hari ini.

Mari Dibaca Juga : Warga China Di Penjara Akibat Ajarkan Al-Quran

Yang lebih mengagetkan lagi menurut Direktur Eksekutif CERI, Yuri Usman telah membenarkan adanya PT.Pertamina yang diwakili oleh Yeni Andayani justru menandatangani MOU dengan Pavillion Energy Ltd Singapore yang diwakili CEO Seah Moon Sing pada 12 Juni kemarin.

Hal ini sunggu menggelitik bagi para pengamat politik dan ekonomi di Indonesia. Pasalnya Memorandum Of Understanding Pertamina dengan Pavillion ini adalah langkah mengembangkan bisnisnya ke Asean.

Sungguh aneh proyek ini harusnya dikerjakan bersama PLN yang bertanggung jawab sebagai pembangun insfratuktur LNG domestik, Tapi ternyata PLN menolak untuk bekerja sama dengan Pertamina.

Berita Ekonomi Nasional - PLN malah memilih untuk membuka pelelangan keperluan pembangkit listriknya dan fasilitas penyimpanan regafikasi LNG kepada pihak lain. Strategi bisnis ini sudah memperlihatkan PLN sama sekali tidak memandang Pertamina sebagai BUMN yang sama dengan mereka.

Maka keputusan Pertamina yang tahun lalu mengambil start kerja sama dengan Pavillion LNG dinilai tidak salah. Karena terbukti Pertamina dapat memasuki pasar Asean dengan kerja sama itu.

Pertamina juga seolah enggan berurusan dengan Perusahaan Listrik Milik Negara itu. Saat ini PLN justru harus mengikat perjanjiannya dengan Pavillion dan Keppel agar bisa membangun LNG skala kecil.

Kejadian ini membuktikan bahwa sebenarnya masih adanya praktik tidak sehat dikalangan Badan Usaha Milik Negara. Mereka secara sembarangan mengolah kekayaan negara tanpa memikirkan jalur-jalur hukum yang harusnya diikuti.

No comments:

Post a Comment

Promo Bonus UBC Poker Online Desember 2017, Situs Game Poker Terpercaya 728x90