![]() |
| Irak Dan Iran Tolak Refrendum Kurdi Yang Berbahaya |
Satu pertanyaan keras yang ditegaskan oleh Kementrian Luar Negri Irak, Ibrahim Al-Jaafari menyebutkan akan mengadakan peretmuan khusus dengan Iran dan juga Turki.
Mereka juga akan mengundang Majelis Umum PBB dari New York untuk membahas pemberontakan suku kurdi untuk dapat menyelenggarakan refrendum bagi wilayahnya pada 25 september.
"Pertemuan itu bertujuan melakukan tindakan tandingan yang saling dikoordinasikandengan pertimbangan bahwa dialog konstruktif dalam kerangka kerja undang-undang dasar Irak. Itu semua untuk mengatasi cara menangani masalah antara Baghdad dan Erbil." Kata Menteri luar Negri Irak
Baca Juga : Tenaga Kerja Korut Di Usir Paksa Dari Negara Timur Tengah
Ketiga menteri luar negeri itu menyampaikan keprihatinan mengenai referendum tersebut, yang akan membahayakan kemenangan pasukan keamanan Irak melawan kelompok IS.
Mereka menyatakan referendum itu tidak konstitusional dan akan memicu konflik di Wilayah Timur Tengah yang akan sulit ditangani, kata pernyataan tersebut.
Berita Politik Internasional - Ketiga menteri itu menyampaikan perlunya untuk mendesak para pemimpin Wilayah Kurdi agar menghentikan referendum tersebut, dan menegaskan itu takkan bermanfaat buat Suku Kurdi, atau pemerintah Wilayah Kurdi, tambah pernyataan itu.
Pada 7 Juni, Presiden Kurdi Masoud Barzani mengumumkan keinginannya untuk menyelenggarakan referendum pada 25 September mengenai kemerdekaan Wilayah Kurdi dari Irak.
Kemerdekaan Kurdi ditentang oleh banyak negara sebab itu akan mengancam keutuhan Irak dan referendum tersebut diadakan saat pasukan Irak sedang memerangi IS.
Selain itu negara tetangga Irak –Turki, Iran dan Suriah– memandang langkah tersebut juga akan mengancam keutuhan wilayah mereka, Sebab banyak orang Kurdi tinggal di ketiga negara itu.

No comments:
Post a Comment