![]() |
| Pengusiran Staff Diplomat AS Dari Rusia Jadi Bukti Tantangan Tuk Trump |
Berita Politik Internasional - Kabar Terbaru tentang pengusiran Staff Diplomat AS dari Rusia diklaim menjadi bukti tantangan langsung untuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Vladimir Putin sebagai Presiden Rusia mengambil keputusan kemarin untuk mengusir 755 staaf diplomat AS yang ditugaskan di Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Mari Baca Juga : Yudhoyono Institute Strategi SBY Perbesar Pengaruh Demokrat
Kejadian inipun semakin menambahkan catatan buruk bagi hubungan kedua negara tersebut. Dari jaman perang dunia ke dua, Hubungan antara As dan Rusia memang sudah tidak akur.
Kedua negara ini selalu berusaha bersaing untuk membuktikan negara mereka sebagai negara adikuasa yang paling berpengaruh didunia. Maka itu diperkirakan konflik yang terjadi saat ini akan berbuah pengaruh buruk bagi dunia ekonomi dan politik internasional.
Berita Politik Internasional Terpanas - Namun Presiden As, Donald Trump merespon tindakan Putin ini dengan santay dan nada bercanda saat ditemui awak media di Gedung Putih, Kemarin Jumat 11/08/2017.
"Terima kasih sekali kepada Putin, Tindakannya itu justru sangat membantu kami untuk memangkas anggaran pengeluaran untuk gaji staff diplomat yang dia usir. Saya amat bersyukur atas pengusiran tersebut." Ungkapnya di Gedung Putih
Pada bulan Juli yang lalu, Putin memang sudah memerintahkan pengusiran terhadap 755 staff diplomat Amerika Serikat usai Washington menjatuhkan sanksi pada Moskow.
Presiden Vladimir Putin sudah mengeluarkan surat ultimatun pada 755 orang itu agar paling lambat meninggalkan Rusia pada 1 September ini.
Dengan demikian total staff AS yang ada di Rusia berjumlah 455 orang, Sedangkan staff Rusia di AS berjumlah sama juga.
Pengusiran staff Diplomat As dari Rusia ini tercatat sebagai sejarah pengusiran staff pemerintahan dalam jumlah terbesar dari suatu negara.
Selain itu Donald Trump juga menganggap tindakan Putin ini merupakan tindakan bodoh dan semestinya tidak perlu dilakukan.
"Biarkan saja, Saya tidak begitu peduli. Dia terlalu bodoh untuk melakukan tindakan yang sia-sia ini." sambungnya
Denganrespon Trump yang seolah membiarkan kejadian ini, Opini di publik pun semakin meyakini tentang kecurigaan campur tangan rusia dalam Pemilu 2016 kemarin.
Issue-issue ini memang santer diberitakan terus di beberapa media Amerika Serikat yang menyebut Trump menjatuhkan Hillary Clinton dengan campur tangan Rusia.

No comments:
Post a Comment