![]() |
| Trump Melarang 6 Negara Muslim Masuk ke AS |
Berita Politik - Presiden AS, Donal Trump secara mengejutkan Melarang 6 Negara Muslim yang ingin masuk ke negaranya. Trump mengeluarkan beberapa syarat bagi 6 negara itu,Jika ingin masuk ke Amerika Serikat.
Seperti kan yang telah di publikasikan oleh Departemen Luar negri AS pada Rabu 28/06/2017 lalu di gedung putih. Yang dimaksudkan oleh Trump hanya orang yang mempunyai hubungan orang tua, anak, pasangan, menantu, dan termasuk saudara tiri yang bisa dapat ijin masuk ke AS.
Tapi Donald Trump tidak mengkhendaki hubungan yang disyaratkan, Jika hanya mempunyai hubungan kekerabatan seperti, bibi-paman, cucu, kakek-nenek, bahkan tunangan sekalipun.
Baca Juga : Amerika Cegah Suriah Siapkan Serangan Bom Kimia
Trump sedang ingin menjaga negaranya dari gangguan ISIS yang dicurigai berasal dari 6 Negara muslim tersebut. Perintah eksklusif Presiden AS itu berlaku selama 90 hari bagi beberapa warga negara, Termasuk Iran dan Libya.
Berita Politik Nasional - Lalu ada larangan selama 120 hari untuk semua pengungsi memasuki wilayah Amerika Serikat. Tetapi Perintah Eksklusif Presiden Trump itu di blokir oleh Mahkamah Agung AS.
Mahkamah Agung AS menilai keputusan Trump ini sama sekali tidak beralasan dan demi kepentingan golongan sendiri. Bahkan menurut Mahkamah Agung ini melanggar Hak Asasi Kemanusiaan.
Maka itu dengan tegas pada beberapa hari kemudian Perintah Presiden Trump dikeluarkan, Mahkamah Agung langsung bereaksi keras dan memblokir perintah itu.
Ada pun 6 Negara Muslim yang dilarang tersebut dalam Perintah Trump yaitu Iran, Libya, Somalia, Sudah, Suriah, Dan Yaman. Karena diketahui bahwa 6 Negara Muslim ini memang merupakan sarang pergerakan ISIS.
Sampai saat ini mengenai pemblokiran oleh Mahkamah Agung AS itu, Pihak Gedung Putih pun belum berkomentar apapun. Tapi memang Mahkamah Agung berhak membatalkan perintah Presiden sesuai kesepakatan seluruh anggota Partai dan Mahkamah Agung.
Sampai saat ini pun Donal Trump sendiri belum merespon pemblokiran perintahnya itu. Banyak yang menilai keputusan kontroversial Trump ini akan kembali memancing konflik dingin antara As dan Negara Muslim.

No comments:
Post a Comment