![]() |
| Berita Terpanas - Teror Kampung Melayu Jadi Isyarat Kapolri Tito Akan Di Copot Jokowi |
Berita Nasional Terpanas - Teror bom Terminal Kampung Melayu yang terjadi beberapa waktu lalu, Kabarnya menjadi isyarat bagi Kapolri Tito yang berkemungkinan akan di copot oleh Jokowi. Kabar angin ini mulai muncul seusai kejadian yang disebut-sebut sebagai bom bunuh diri itu.
Kampung Melayu merupakan kawasan yang padat penduduk ditengah-tengah ibu kota Jakarta, Tepatnya di kotamadya Jakarta Timur. Hal ini menjadi salah satu perhtaian publik Nasional, Bahkan International.
Kepanikan warga sekitar dan juga seluruh rakyat Jakarta semakin membuat Jakarta menjadi cukup mencekam belakangan ini. Sebuah kejadian teror yang tidak pernah terduga dan tidak terdeteksi oleh Kepolisian Republik Indonesia ini pun sempat menjadi perhatian dunia.
Apa lagi ditambah oleh keamanan di Jakarta , Khususnya Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang mulai juga ramai dengan aksi geng motor yang brutal dan memakan korban jiwa dari warga sekitar.
Ketika kita mulai melihat aksi-aksi teror yang semakin berkembang di I Indonesia saat ini, Kita tentu jadi teringat akan kinerja Kepolisian Republik Indonesia sebagai penanggung jawab keamanan dalam negri.
Pada tahun lalu sendiri masih teringat kuat diingatan kita, Teror bom terang-terangan yang terjadi di Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Saat itu Tito Karnavian masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Seusai teror Tharimn itu Tito langsung dipromosikan sebagai Kapolri untuk menggantikan Badrodin Haiti yang memang sudah memasuki usia pensiun.
Berita Terpanas Indonesia - Hal ini pun menjadi perbincangan dikalangan pengamat hukum dan politik. Ini merupakan settingan serupa dengan kejadian bom Thamrin yang berhasil mendongkrak posisi Tito Karnavian kekursi Kapolri sekarang.
Hanya saja sekarang settingan saat ini adalah sebuah isyarat untuk penggantian dirinya yang akan didepak oleh Jokowidodo saat reshuffle Jilid III nanti. Apapun yang terjadi nanti kita tidak bisa menduganya. Tapi kita berharap keamanan didalam negri bisa diperketat untuk menjaga setiap kenyamanan warga negara Indonesia.
Posisi Tito menurut pengamat memang sedang di ujung tanduk. Apa lagi pasca aksi umat Islam atas tuduhan penistaan agama Ahok. Tubuh Polri menjadi bantalan beberapa oknum politik untuk menyerbu kinerja Polri.
Khususnya DPR RI yang belum ini memanggil Tito untuk menghadiri sidang soal Polri yang dinilai lebih memihak kepada kubuh Ahok saat melakukan aksi demo. Tito di nilai tidak dapat membangun sinergi yang baik didalam tubuh Polri.
Hal ini membuat kubuh Polri sendiri semakin penuh dengan gejolak perang jabatan yang sangat memungkinkan Tito akan didepak pada era Pemerintahan Jokowi sata reshuffle nanti.

No comments:
Post a Comment