![]() |
| Serangan Kelompok Bersenjata di Papua |
"Penembakan terhadap pos Satgas Brimob yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata." kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal.
Menurut dia, kelompok bersenjata tak dikenal itu menyerang pos dengan cara menembaki pos dalam jarak jauh. Pelaku melepaskan tembakan dari hutan di bukit-bukit yang ada dekat pos.
Anggota Brimob yang bertugas di pos itu sempat membalas tembakan pelaku. Tapi, kelompok tersebut lagi-lagi melepaskan tembakan secara brutal ke arah pos.
"Kelompok bersenjata kembali membalas tembakan sebanyak 5 kali." ujar Kamal.
Bahkan, kelompok itu juga menembaki personel Brimob yang datang ke pos untuk memberikan bantuan. “Namun saat saling membalas tembakan, kelompok bersenjata melarikan diri masuk hutan,” terang dia.
Baca Juga : PT Jasa Marga Klaim E-Toll Sudah 93 Persen Berjalan
Saat ini, lanjut Kamal, personel Brimob dan TNI berusaha melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga berjumlah lebih dari lima orang. Mereka terdeteksi telah melarikan diri ke dalam hutan di sekitar area Hidden Valley MP66.
"Empat personel Satgas TNI BC64 beserta tim patroli zona melakukan penjagaan di pertigaan Hidden Valley MP66." tuturnya.
Berita Kriminal Terbaru - Tak ada korban jiwa dalam penyerangan itu. Untuk mengantisipasi penyerangan lanjutan, Polda Papua telah menerjunkan personel bersenjata untuk membantu Satgas Brimob memburu pelaku.
Selain itu, petugas juga mengevakuasi karyawan dan warga yang berada di sekitar lokasi penyerangan kelompok bersenjata.
"Sementara masih dilakukan penambahan dari Mapolres dan Satgas Brimob lainnya untuk membantu pengejaran. Para karyawan dan warga yang berada di sekitar penembakan dievakuasi menuju Sporthhall MP68 agar terhindar dari aksi penembakan." tambah Kamal.
Kelompok bersenjata juga langsung menyerbu Markas Polsek Tembagapura setelah membrondong tembakan ke pos satuan tugas Brimob di Mile 67 dan Mile 66 area tambang PT Freeport.
"Kali ini markas Polsek Tembagapura yang jadi sasaran tembakan." ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal, Minggu, (29-10-2017).
Menurut dia, sama seperti penyerangan di pos Brimob, kelompok bersenjata juga menembaki Markas Polsek Tembagapura secara brutal.
Kata Kamal, baku tembak sempat terjadi, sebab petugas kepolisian yang ada di dalam markas polsek membalas tembakan pelaku.
"Tembakan dari arah barat Polsek Tembagapura, Lalu sempat terjadi aksi saling balas tembakan." terang dia.
Pelaku melepaskan tembakan dari perbukitan yang ada di sebelah kanan markas polsek. Saat ini, menurut Kamal, kondisi masih mencekam.
Sirene tanda bahaya sudah menyala di Kota Tembagapura. “Pertanda agar warga tidak keluar rumah dan selalu waspada,” sambung Kamal.
Lebih lanjut Kamal menuturkan, kelompok bersenjata diduga telah membuat jalan di Kampung Utikini yang berada tepat di atas pos keamanan yang beberapa hari lalu telah dibakar.
"Kelompok itu dari hasil pantauan bersiaga di sisi kiri dan kanan jalan yang berupa semak belukar." tandasnya.
Hingga saat ini, anggota kepolisian dan prajurit TNI masih dalam posisi siaga di Markas Polsek Tembagapura. Mereka bertahan menjaga markas sambil menanti pasukan tambahan dari Brimob dan TNI.

No comments:
Post a Comment