 |
| Presiden Jokowidodo Kejar 37 Proyek Prioritas Infrastruktur |
Berita Ekonomi - Masa Jabatan Presiden Jokowidodo yang sudah tidak lama lagi membuat dirinya mulai kejar 37 proyek prioritas onfrastruktur yang telah dijalankannya.
Dalam rentang waktu yang mulai memasuki masa akhir jabatan ini, Semakin banyak keluhan masyarakat yang merasakan tekanan daya beli sebagai akibat jatuhnya pertumbuhan ekonomi nasional.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan bahwa program pemerintahan Jokowi – JK menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur.
Baca Juga : Alasan AS Keluar Dari UNESCO Adalah Hal Wajar
Hal ini pun semakin membuat sebagian besar belanja APBN di alokasikan kepada sektor tersebut.
Mengingat program ini merupakan program jangka panjang yang mayoritas baru akan dirasakan manfaat dalam waktu lebih dari tiga tahun, Pasti berpengaruh buruk pada ekonomi jangka pendek.
“Kalau suatu negara sedang giat giatnya membangun infrastruktur, Itu sudah pasti core inflation nya naik,” ujar Darmin di Jakarta, Senin (16/10).
Berita Ekonomi Nasional - Dia mencontohkan, pada pembangunan proyek prioritas berupa Light Rail Transit (LRT) yang dibangun sejak tiga tahun lalu diperkirakan baru bisa digunakan pada tahun depan, bahkan tidak menutup kemungkinan akan lebih molor dari waktu yang ditargetkan.
“Kalau yang namanya infrastruktur, Seperti LRT itu sudah dikebut 3 tahun belum selesai juga. Dan tahun depan mudah mudahan selesai. Itu berarti empat tahun, karena ada Asean Games kan. Tapi kalau tidak (selesai) bergerak lagi dia ke arah lima tahun,” jelasnya.
Kita ketahui bersama pemerintah telah menetapkan ratusan program strategis nasional dari jumlah tersebut terdapat 37 Proyek Prioritas.
Berikut adalah 37 Proyek Prioritas Pemerintah Dalam Pembangunan Insfratuktur :
- Jalan dan Jembatan
1. Jalan Tol Balikpapan – Samarinda2. Jalan Tol Manado – Bitung3. Jalan Tol Panimbang – Serang4. 15 Ruas Jalan Tol Trans Sumatera5. Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi6. Jalan Tol Yogyakarta – Bawen
- Pelabuhan1. Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung2. Pelabuhan Hub Internasional Bitung3. Pelabuhan Patimban4. Inland Waterways / Cikarang-Bekasi-Laut Jawa (CBL)
- Minyak dan Gas1. Kilang Minyak Bontang2. Kilang Minyak Tuban3. Revitalisasi 5 Kilang Minyak Eksisting (RDMP) (Balikpapan, Cilacap, Balongan, Dumai, Plaju)4. Lapangan Abadi WK Masela5. Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung BiruI6. Indonesian Deepwater Development (IDD)7. Pengembangan Tangguh Train 3
- Air dan Sanitasi1. Pengolahan Air Limbah Jakarta2. SPAM Semarang Barat3. National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase4. ASPAM Jatiluhur5. SPAM Bandar Lampung
- Kerera Api1. Kereta Api Ekspres SHIA2. Kereta Api Makassar – Parepare3. Kereta Api Kalimantan Timur4. Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta
- Ketenangan Listrikan1. Central Java Power Plant (CJPP) / PLTU Batang2. Central – West Java Transmission Line 500 kV (4 Provinsi)3. PLTU Mulut Tambang (5 Provinsi)4. Transmisi Sumatera 500 kV5. PLTU Indramayu6. Energi Asal Sampah 8 Kota Besar7. PLTGU (16 Provinsi)
- Transportasi Perkotaan1. MRT Jakarta (Jalur Utara – Selatan)2. Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi3. Light Rail Transit (LRT) di Provinsi Sumatera Selatan
- Teknologi Informasi1. Palapa Ring Broadband
Kabar ini dikutip dari www.aktual.com
No comments:
Post a Comment