Breaking

Promo Bonus Gudang Poker Online Desember 2017 - Februari 2018, Game Online Terbaik

Saturday, October 28, 2017

Pertamina Merasa Di Anak Tirikan Oleh Pemerintah

Pertamina Merasa Di Anak Tirikan Oleh Pemerintah
Pertamina Merasa Di Anak Tirikan Oleh Pemerintah
Berita Nasional - PT Pertamina saat ini sedang merasa di anak tirikan menganggap pemerintah tidak adil dengan kebijakannya yang telah membuat rugi akibat program BBM penugasan.

Bahkan Menteri ESDM, Ignasius Jonan berulangkali menjelaskan bahwa pemerintah tidak bermaksud membuat kerugian bagi pertamina terutama dalam program BBM satu harga untuk menjangkau daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T).

Jonan meminta kebijakan pemerintah tidak dilihat secara parsial hanya dari sektor hilir saja, namun mesti dipandang secara konprehensif mencakup kebijakan sektor hulu.

Dalam artian pemerintah menyadari bahwa Pertamina mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk pelaksanaan penyaluran BBM Penugasan terutama pada wilayah 3T.

Namun demikian pemerintah juga mengkonversi beban itu dengan pemberian beberapa Blok migas , terutama penyerahan mayoritas saham blok Mahakam kepada Pertamina.

Baca Juga : Ucapan Selamat Untuk Xi Jinping Dari Kim Jong Un

Tetapi keluhan tersebut tak kunjung reda. Karenanya pemerintah mengambil langkah jitu untuk ‘menampar’ sekaligus mengukur kredibilitas Pertamina. Adapun strategi yang digunakan oleh pemerintahan dengan mendorong operasi SPBU milik PT Vivo Energy Indonesia.

Dalam peresmian SPBU yang terletak di Cilangkap, Jakarta Timur itu langsung dihadiri oleh Menter ESDM, Ignasius. Bahkan untuk mobilisasi tim media dalam proses peliputan langsung dikoordinir oleh Kementerian ESDM.

Dengan Peresmian SPBU ini, terbukti bahwa selama ini PT Pertamina menjual BBM dengan harga yang lebih mahal. Bisa dilihat untuk BBM jenis Ron 89, Vivo mampu menjual dengan harga Rp 6.100 per liter, Sedangkan Pertamina untuk Ron 88 saja dijual seharga Rp 6.450 perliter.

"Kan harganya (Vivo) lebih murah ya, dan Ron nya mereka mengatakan bahwa ini speknya sesuai dengan spek. Mereka sudah memperlihatkan hasil uji labnya." kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Ego Syahrial di Jakarta, Jumat (27/10).

Berita Nasional Terkini - Sementara pihak pertamina menilai kehadiran Vivo tidak mencerminkan sportifitas dalam persaingan bisnis, dan Pertamina juga mempertahankan perizinan penjualan Ron sejenis 88 pada wilyah yang notabene dapat dilayani Pertamina.

"Masalahnya adalah mengapa sekarang diijinkan pesaing menjual Premium 88 di tempat-tempat gemuk tanpa ada treatoff seimbang untuk juga melayani Non Jamali." kata Vice President Corporate Comunication Pertamina, Adiatma Sarjito, Kamis (26/10).

Lalu dia juga mempertanyakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas BBM jika izin penjualan BBM sejenis Ron 88, terus memerus diberikan kepada badan usaha.

"Kalau ini dibiarkan maka akan sangat merugikan pertamina (beban distribusi Premium 88 yang merugi) dan hanya memberikan rente ekonomi ke segelintir pemain Izin Niaga Umum (INU), Pertamina jelas menolak unfairness." tegasnya.

Tidak cukup di situ, keberadaan Vivo dengan harga BBM yang miring membuat Pertamina kelabakan, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Noviandri menuding Kementerian ESDM memposisikan diri ‘berat sebelah’.

"Dalam peresmian SPBU Vivo tersebut undangan peliputan media dilakukan oleh instansi pemerintah dan ini suatu yang tidak lazim. Proyek pemerintah saja yang mengundang media adalah istansi penanggung jawab proyek tersebut." kata Novi Jumat (27/10).

"Hal yang mengherankan dan tentunya menjadi pertanyaan publik bahwa peresmian SPBU Vivo tersebut dilakukan oleh pejabat pemerintah dalam hal ini Mentri ESDM beserta jajaran pejabatnya, apa maksud dari semua ini?" Tanya dia.

Sebagaimana diketahui, program BBM penugasan merupakan amanat konstitusi yang harus ada untuk menghindari praktek perdagangan yang semuanya dilepas kepada mekanisme pasar. Selain itu Jokowi juga komitmen untuk menyetarakan harga BBM penugasan pada seluruh wilayah Indonesia.

Sementara PT Vivo Energy Indonesia, merupakan anak usaha Vitol Group yang berbasis di Swiss. Perusahaan yang dibentuk di Rotterdam pada 1966 ini, merupakan pemegang saham terbesar Vivo Indonesia. Selain di Indonesia, Vivo juga telah beroperasi di Singapura, Belanda, London, Afrika dan Australia.

Adapun Presiden Jokowi sendiri perna bertemu dengan CEO Vitol, Ian Taylor pada walatannya ke Inggira tahun lalu.

sumber : www.aktual.com

No comments:

Post a Comment

Promo Bonus UBC Poker Online Desember 2017, Situs Game Poker Terpercaya 728x90