![]() |
| Menteri Keuangan Bantah Daya Beli Anjlok Berdasarkan Klaim Pajak Positif |
Tapi kejadian tersebut masih dianggap Menteri Keuangan sebagai hal yang wajar dalam intesifitas pertumbuhan ekonomi saat ini. Dari segi pajak beliau memandang justru ada trend positif yang bertumbuh.
Seiring anjloknya daya beli di masyarakat dampak kerugian yang terjadi pada toko-toko ritel itu memunculkan trend positif baru menurut Sri Mulyani.
Memang Dep.Store seperti PT.Matahari Departement Store yang tadinya menjadi juara tempat belanja di Indonesia, Kini cabangnya mulai tutup diberbagai daerah.
Baca Juga : AHY : Konflik Etnis Rohingya Jangan Dipakai Untuk Menyerang Pemerintahan Jokowi
Sri Mulyani menuturkan hal tersebut akibat trend positif belanja online yang justru aktifitasnya meningkat dikalangan masyarakat. Belum lagi tempat seperti Seven Eleven yang tutup dalam waktu beberapa tahun terakhir.
Fakta-fakta tersebut disebut Menteri keuangan sebagai suatu pola perubahan atau perkembangan ekonomi baru di Indonesia. Momen perubahan pola dan gaya hidup ini diakui Sri Mulyani agak mengagetkan bagi pasar ritel di Indonesia.
Dia menyarankan agar pelaku usaha lebih menginovasi usaha yang dijalankannya dengan menyesuaikan permintaan konsumen. Kini konsumen di tanah air lebih memilih jalur online sebagai tempat belanja atau membeli sesuatu.
Berita Ekonomi Terkini - Namun Sri Mulyani tetap yakin bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus berkembang positif berdasarkan klaim pajak yang positif.
"Kita tidak bisa hanya memandang dari segi pembelian daya masyarakat untuk menilai pertumbuhan ekonomi. Nilai klaim pajak yang positif membuktikan adanya pertumbuhan positif." Ungkap Sri
"Sekarang kalau soal daya beli menurun itu disebabkan adanya pola keinginan konsumen dalam berbelanja yang berubah. Coba kalian tanya ke pengusaha toko online ? "
"Data statistik kami dari Kemntrian Keuangan menunjukkan pajak positif datang dari pengusaha online. Berarti bukan penurunan daya beli, Tapi perubahan pola belanja masyarakat." Ujarnya
"Jadi para pengusaha harus menyesuaikan usahanya dengan kemauan pasar konsumen di Indonesia. Bukan pesimis akan pertumbuhan ekonomi yang justru sedang bagus-bagusnya." Tuntasnya

No comments:
Post a Comment