![]() |
| Petani Tebu Merasa Dibohongi Oleh Menteri Rini |
Berita Nasional - Puluhan ribu petani tebu dari seluruh wilayah Indonesia telah merasa dibohogni oleh Menteri Rini Soemarno. Hal ini terkait dengan remendemen gula yang dijanjikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pada tahun 2016 lalu, Rini sempat akan berjanji memberikan sebuah jaminan renmedemen sebesar 8,5 % untuk hasil tebu milik petani. Janji rendemen ini harus melalui Pabrik Gula milik BUMN.
Tapi sampai hari ini janji tersebut juga belum terealisasi, Para petani merasa diacuhkan serta hanya diberi janji-janji manis. Untuk informasi saja rendemen adalah kadar gula yang terdapat dalam batang tebu yang dinyatakan dalam persentase.
Kalau sebatang tebu mempunyai tingkat rendemen sebesar 8,5 % artinya gula yang dihasilkan dalam batang tebu itu hanya 8,5% dari berat keseluruhan batang tebu itu.
Silahkan Baca Juga : Rizal Ramli Kritik Hobi Jokowi Doyan Ngutang
Dengan kata lain, Jika 1000 KG batang tebu memiliki rendemen 8,5 % berarti gula yang dapat dihasilkan hanya sebesar 80,5 KG. Rendemen gula asli Indonesia sendiri saat hanya sekitar 5-6 % saja.
Hasil panen tingkat rendemen tebu asli Indonesia memang sangatlah rendah kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Gula asal thailand saja sudah memiliki tingkat rendemen sekitar 11 % - 12 %.
Faktor ini yang menjadi gula buatan lokal kalah saing dengan gula impor yang selama ini beredar dipasaran. Usia pabrik gula di Indonesia pun menjadi rentan karena masalah rendemen gula lokal ini.
Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Barat, Didi Junaidi menegaskan bahwa Ibu menteri sudah mengumbar janji dari tahun 2016 yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
"Ibu Menteri Rini pada tahun 2016 sudah mengumbar janji kebijakan impor Raw sugar 315000 ton dan berjanji rendemenasi 8,5 % kepada petani tebu atas kompensasi impor itu." Tuturnya
"Ibu Rini kami para petani mengaih janji manis ibu, Tolong jangan ngomong doang dan hanya banyak berbicara. Hingga hari ini tidak ada kebijakan itu diterapkan yang semakin menyulitkan kondisi petani."
Berita Nasional Terkini - Didi pun ikut menyatakan bahwa pemerintah memang berencana untuk membangun pabrik gula yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Sedikitnya ada sekitar 25 perusahaan gula swasta yang menyatakan kesiapannya.
Pabrik gula swasta ini sudah mau membantu pemerintah dalam membangun pabrik gula baru untuk menggantikan pabrik gula yang sudah berumur tua di Indonesia.
Tetapi Didi sebagai perwakilan petani sangat menyesalkan kalau rencana ini justru harus diserta dengan penutupan pabrik gula lawas tanpa perhitungan matang.
Sementara itu efek penutupan pabrik gula ini juga berbarengan dengan maraknya gula impor dipasaran. Didi menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tersebut yang disampaikan Rini Soemarno selaku Menteri BUMN sangat merugikan petani.
Bahkan Didi menyebut kebijakan Rini sudah termasuk tindak penyengsaraan pada petani di seluruh Indonesia.

No comments:
Post a Comment