![]() |
| KPK Kembali Temukan Bukti DPR Dalam Kasus Korupsi Proyek Bakamla |
Berita Politik - Indikasi KPK menemukan bukti DPR RI ikut tersangkut dalam kasus korupsi Bakamla semakin jelas. Bakamla atau Badan Keamanan Laut Indonesia dicurigai telah menyelewengkan anggaran yang disetujui oleh anggota DPR RI.
Hal ini pun menambah panjangnya garis hitam DPR RI dalam catatan korupsi yang di selidiki oleh KPK. Juru bicara KPK, Febri Diansyah juga telah berani bersuara untuk mengusut tuntas kasus ini.
Febri juga menyatakan bahwa ada beberapa nama politikus seperti eva Kusuma Sundari , Bertu Merlas dan Fayakun Andriadi yang ikut mendukung penyelewengan ini. Tapi dia enggan memberitahu oknum DPR RI yang terlibat dalam skandal Bakamla ini.
"Kami sebagai penyidik KPK masih terus mencari bukti sebanyak-banyaknya juga mengembangkan keterangan saksi-saksi. Pembahasan tentang anggara ini di DPR, Ya dipastikan oknum DPR RI juga turut ambil dalam kasus ini." Ungkap Febri du Gedung KPK Kemarin 10-07-2017.
Berita Politik DPRRI - Dugaan korupsi yang dilakukan dalam pembahasan anggara Bakamla ini seperti menjadi sebuah gerbang untuk KPK memberantas para politikus nakal dan busuk. Lembaga antirasuah telah menemukan berbagai indikasi sejenis dalam kasus yang berbeda.
Bahkan menurut Febri, Dalam kasus ini masih akan lebih banyak lagi menyeret nama-nama anggota dewan juga politikus lainnya. Selama masih ada bukti-bukti yang kuat, Indikasi ini akan terus berkembang ketahap penyidikan lebih lanjut.
Di Baca Juga : Kritikan Rakyat Untuk Jokowi Akibat Membawa Keluarga Ke Luar Negri, Mubazirkan Anggaran Negara
"Kita masih selidiki dalam tahap penyuapannya dulu. Dari tahap penyuapan barulah muncul aktor-aktor pendukung proses pembahasan anggaran. Sepanjang buktinya kuat kami akan terus tingkatkan status mereka menjadi tersangka." Tuturnya
Belum lama ini terungkap bahwa ada Korupsi di anggran Proyek Bakamla yang terungkap melalui kesaksian pemilik PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah.
Menurut keterangan Fahmi dalam persidangan, Ada sekitar uang 24 Miliar yang dia berikan kepada Ali Fahmi dan Fahmi Habsy. Uang itu diminta oleh Ali Fahmi untuk mengurus pembahasan proyrk Bkamla di DPR.
PT MTI sendiri merupakan pihak yang telah mendapwtkan proyek montor satelit Bakamla. Untuk mendapat proyek besar senilai 200 M itu dia dibantu oleh Ali Fahmi.

No comments:
Post a Comment