![]() |
| Berita Terhangat - Jokowi Cari Solusi Untuk Turki dan Qatar |
SUMBERINFO.ID - Berita Terhangat Presiden Jokowidodo diketahui belakangan ini tampil mencari solusi untuk Turki dan Qatar. Jokowi menyikapi kasus pemutusan hubungan diplomatik antara Negara Timur Tengah dengan Qatar secara netral.
Berita Hangat 2017 - Presiden Jokowi ingin agar penyelesaian konflik di Negara Timur Tengah segera terjembatani dan selesai. Sejak dulu Indonesia dikenal sebagai negara yang berdiri sendiri tanpa memihak pada blok manapun.
Karena itu menurut Jokowi sangat harus Indonesia ikut membantu menjadi penegah atas krisis konflik yang terjadi antara Turki dan Qatar yang semakin panas. Selain itu negara lainnya seperti Arab Saudi dan sekitarnya juga turut ikut memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar.
Baca Juga : Soal Konflik Qatar - Jokowi Cari Masukan Soal Sikap Indonesia
Kalau ini dibiarkan begitu saja , Dampak dari kejadian ini akan berhimbas kepada ekonomi di seluruh dunia. Karena Qatar merupakan salah satu negara yang cukup mempunyai pengaruh ekonomi cukup kuat.
Jika ekonomi Qatar melemah dipastikan akan memberi efek buruk pada ekonomi di Asia Tenggara. Hal ini disebabkan beberapa Negara Asia Tenggara mempunyai hubungan diplomatik secara ekonomi yang sangat kuat dengan Qatar.
Silahkan Baca Juga : Istiqlal Cekal Aksi Bela Ulama 96
Jokowi yakin akan bisa menemukan titik tengah akan krisis konflik timur tengah yang tengah terjadi. Indonesia yang dikenal sebagai negara paling netral dan memiliki penduduk muslim yang terbesar didunia akan mendapat kepercayaan lebih besar dari negara-negara Arab.
" Saya sudah menelpon Presiden Turki, Erdogan, Mengenai masalah Qatar tadi malam. Saya juga sudah menelpon juga Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani Presiden Qatar. Saya masih berusaha mencari peluang untuk mengetahui secara jelas problem yang terjadi." Ungkapnya
"Kita sebagai negara yang dikenal netral harus ikut menyelesaikan konflik yang terjadi. Ekonomi di Asia Tenggara cukup berpengaruh dengan ekonomi Qatar. Jika ada kejadian seperti ini dipastikan akan ada efek buruk bagi Qatar yang juga berkaitan dengan ekonomi Asia Tenggara."
"Sampai saat ini saya belum dapa kabar jelas. Kedua presiden negara itu belum bersedia memberikan penjelasan secara detail. Mungkin nanti akan saya lakukan perjalanan ke Qatar dan Arab Saudi untuk langsung tahu tentang kasus ini" Katanya

No comments:
Post a Comment