![]() |
| Panglima TNI Ingatkan Bahaya Akan Teroris Sosmed |
Berita Nasional Terbaru - Panglima Jenderal Besar TNI Gatot Nurmantyo kembali mengingatkan pada masyarakat Indonesia akan bahayanya Terorisme yang diduga menyerang Sosmed atau seosial media jaman sekarang ini.
Serangan dunia cyber yang dilancarkan oleh beberapa pihak tidak dikenal, Menururt Gatot juga merupakan aksi terorisme untuk memecah konsentrasi bangsa dan memecah kesatuan negara. Karena selama ini dinilai kesadaran rakyat akan persatuan dan kesatuan sangat minim.
Berita Nasional Terupdate - Kasus Bom Kp. Melayu menjadi salah satu perhatian publik, Ditengah kondisi negara yang sedang gencar-gencarnya issue sarah dan kasus penistaan Ahok. Teror bom justru terjadi secara mendadak tanpa bisa terdeteksi oleh Kepolisian maupun Badan Intelijen Negara.
Kondisi itu seolah diisyaratkan sebagai peringatan bagi kita yang sedang sibuk-sibuknya teralihkan kasus disosial media yang beredar sangat kencangnya. Sehingga seluruh masyrakat lupa ada ancama terbesar yang harus diwaspadai yaityu Terorisme Nyata seperti yang baru-baru terjadi ini.
Baca Juga : Klub Liga Champions bukanlah prioritas utama saya, tapi itu penting
Gatot berpendapat masyarakat harus lebih pintar saat ini. Beliau menghimbau seluruh warga dapat menggunakan sosmednya dengan bijak,Tidak mudah terpancing berita-berita serta issue-issue yang dibuat oleh segelintir orang tidak bertanggung jawab.
Hal ini dapat dikategorikan sebagai teror modern melalui Sosmed yang bertujuan mengadu domba anak bangsa sehingga para terorisme didunia nyata lebih leluasa bergerak dan tidak terdeteksi. Karena kurangnya perhatian masyarakat pada lingkungan sekitarnya yang mencurigakan.
Anggota DPR komisi ,I Hanafi Rais, juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya budaya dunia cyber mengakibatkan efek yang sangat buru bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua pihak saling serang sesama anak bangsa.
Untuk itu DPR komisi I sedang mencanangkan beberapa peraturan undag-undang baru tentang dunia cyber Indonesia yang harus lebih diawasi. Tujuannya untuk membentuk masyarakat yang dapat memanfaatkan teknologi sebaik dan sebijak mungkin.
"Hak ini telah saya sampaikan juga kepada pak Gatot beberapa waktu lalu saat berjumpa dengannya di sidang komisi I. Kami sepakat bahwa aksi didunia cyber juga dikategorikan Terorisme." Tuturnya
"Saat ini karena banyaknya pihak yang tidak bertanggung jawab sering kali tidak bijak menggunakan sosial media hanya untuk ajang adu domba antar anak bangsa. Hal ini tentu sangat berbahaya !" Tegasnya
"Untuk itu kami sebagai anggota DPR telah mengajukan beberapa undang-undang yang lebih memperketat dibagian hukum cyber. Agae bisa mengembalikan kondisi bangsa yang terhindar dari praktek adu domba."
"Sebagaimana yang di perintahkan Presiden Jokowidodo untuk menindak tegas setiap pihak yang mengadu domba, Maka aksi-aksi adu domba didunia cyber akan kami kategorikan sebagai tindak terorisme." Tuntasnya

No comments:
Post a Comment