Breaking

Promo Bonus Gudang Poker Online Desember 2017 - Februari 2018, Game Online Terbaik

Sunday, May 21, 2017

Usai Minahasa,Giliran Papua Kembali Minta Merdeka - Topik Politik

Usai Minahasa,Giliran Papua Kembali Minta Merdeka - Topik Politik
Usai Minahasa,Giliran Papua Kembali Minta Merdeka - Topik Politik

Berita Politik  Nasional - Usai Demo rakyat Minahasa beberapa waktu lalu, Kini Rakyat Papua kembali menyuarakan keinginannya untuk merdeka. Hal ini menyusul makin berkembangnya paham intoleran dalam berkebangsaan di Indonesia.

Ribuan pendemo tersebut memadati Kota Jaya Pura dijalan utama Sentani-Abepura. Pantauan dilapangan para pendemo ini berteriak menuntut Papua Merdeka sambil membawa spanduk We Want To Referendum.

Hal ini pun cukup menjadi sorotan bagi pemerintah. Mulai terjadi perpecahan yang selama ini menjadi hal menakutkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kasus Ahok sepertinya menjadi sebuah teguran keras bagi Pemerintah untuk elbih tegas menindak kaum intoleran yang ada didalam negara Indonesia.

Konsep Kebhinekaan yang selama ini di gemumkan oleh para Pejabat NKRI juga Presiden nampaknya hanya bualan belaka bagi rakyat saat ini. Kaum intoleran masih dibiarkan bebas bersuara, Padahal sudah jelas orang-orang tersebut yang sering memancing konflik antar budaya dan umat beragama.

Baca Juga : Berita Panas - Video Rizieq Hina PBB Sebagai Anjing Dan Bangsat

Meski beberapa saat lalu Presiden Jokowi telah mengeluarkan suaranya untuk menuntut Polri dan TNI lebih tegas dalam penindakan oknum dan juga ormas-ormas yang dinilai dapat mengganggu kebhinekaan di Indonesia. Hal ini ternyata belum dapat mengembalikan kepercayaan seluruh rakyat Indonesia diseluruh pelosok.

Berita Politik Terpanas - Pemerintah dinilai gagal dalam menjaga kesatuan dan persatuan kebangsaan yang selama ini telah dijamin oleh Negara selama bertahun-tahun. Tindakan makar yang ingin dilakukan oleh Habieb Rizieq seolah-olah didiamkan dengan alasan hak bersuara dan hak asasi manusia.

Pemerintah dinilai mendiamkan kaum monoritas yang sering kali dijadikan tumbal kebiadaban dan kekerasan yang dilakukan ormas-ormas tidak bertanggung jawab. Seperti perusakan,penindasan yang saat ini masih sering terjadi untuk kaum minoritas.

Sedangkan didaerah luar Pulau Jawa lebih dominan rata-rata warga memilih untuk menolak adanya ormas-ormas seperti FPI dan HTI masuk kewilayah mereka. Karena ormas-ormas ini merupakan ormas yang paling sering mengatasnamakan agama untuk melakukan tindakan provokasi untuk berbuat kekerasa terhadap kaum minoritas maupun sesama muslim yang dinilainya sebagai muslim yang sesat atau munafik.

Demo besar-besaran rakyat Papua ini harus menjadi pelajaran bagi Pemerintah, Kita tidak tahu, Daerah mana lagi yang akan memutuskan meminta kemerdekaan dan elpas dari wilayah bangsa Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Promo Bonus UBC Poker Online Desember 2017, Situs Game Poker Terpercaya 728x90