![]() |
| Berita Panas - Operasi Besar-Besaran jokowi Tuk Hakimi Penghina Pancasila Dan Presiden Usai Vonis Ahok |
Berita Politik Panas - Operasi besar-besaran nampaknya sudah direncanakan oleh Presiden RI Jokowidodo. Operasi yang bertujuan untuk menghakimi para penghina Pancasila juga Presiden yang belakangan ini marak dilakukan di publik.
Langkah ini menyusul usainya sidang Ahok yang menyatakan vonis penjara selama 2 tahun. Tapi ada yang mengganjal dalam persidangan vonis itu. Pasal yang disampaikan hakim bukan pasal tentang penistaan agama, Tapi pasal karena memancing kekacauan atau perselisihan di publik.
Inilah yang menjadi pro dan kontra dalam kasus Ahok saat ini. Banyak yang menilai kasus ini terlalu dipaksakan sampai Hakim pun tidak bisa menemukan kesalahan yang membuktikan tentang penistaan agama. Sehingga mungkin karena intervensi dari beberapa pihak yang membuat hakim menggunakan pasal lain untuk menjerat Ahok dalam kasus ini.
Karena itulah saat ini di mata dunia Hukum Indonesia sedang dipandang buruk. Pemerintahan Jokowidodo pun mulai dipertanyakan ketegasannya. Tapi bukan tanpa alasan Presiden Jokowi diam dan tidak membela Ahok.
Selama ini para ulama HTI dan FPI serta orang-orang yang pro dengan gerakan mereka, Seperti AA Gym,Amin Rais,Din Syamsuddin,Dan Rizieq menebar fitnah bahwa Jokowi melindungi Ahok serta mengintevensi pengadilan.
Untuk itu usai sidang Ahok ini, Jokowi telah merencanakan secara matang untuk menindak tegas Rizieq dan Buni Yani yang sudah dijadikan tersangka dalam kasus yang kurang lebih sama.
Berita Panas Nasional Indonesia - Buni Yani dijerat dengan tuduhan memancing perselisihan serta memecah persatuan negara. Sedangkan, Habuieb Rizieq dikenai pasal yang lumayan berat karena menghina Pancasila sebagai Ideologi Dasar Negara Republik Indonesia.
Jokowi telah memerintahkan Mendagri dan juga Menkopolhukam untuk mengurus kegaduhan didalam negri yang saat ini terjadi. Jokowi akan fokus untuk melakukan revolusi hukum di Indonesia.
Beliau akan meminta secepatnya Buni Yai, Habieb Rizie dan seperti oknum lainnya yang sudah jelas sebagai orang-orang anti Pancasila untuk diadili. Hal ini demi mengedepankan asas-asas negara yang beberapa belakangan waktu ini banyak dinodai oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
"Saya sudah mengatakan sebelumnya, di Indonesia tidak ada yang kebal hukum. Siapapun itu mau dari kalangan pejabat,rakyat,Maupun Ulama Sekalipun." Tegas Jokowi saat ditemui beberapa waktu lalu, di Istana Merdeka
"Saya tidak pernah mengintervensi kasus apapun seperti yang dituduhkan. Sekarang saatnya satu-satu yang menghina asas ataupun lambang negara juga akan diadili. Biar nanti Hakim yang memutuskan semuanya."
"Saya sudah berbicara juga dengan Menteri Dalam Negri dan Menkopolhukam untuk menindak tegas ormas-ormas yang mengusik persatuan di indonesia. Kita percayakan saja semuanya nanti pada pihak kepolisian dan pengadilan." Tuntasnya

No comments:
Post a Comment