Info Kabar Terbaru Demo 4 November 2016 - Kapolri Tito menyatakan kecewanya karena tindakan aksi demo 4 november berakhir anarkis,Padahal polisi sudah berusaha bersahabat mengamankan demo itu.
Demo 4 november yang dilakukan oleh beberapa ormas Islam dengan mengundang masa dari berbagai daerah kemarin membuktikan bahwa koordinator demo itu tidak bisa mempertanggungjawabkan ucapan mereka yang dibilang 'Aksi Damai'.
Dalam hal ini Tito Karnavian selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia merasa marah dan dibohongi oleh para koordinator aksi tersebut.Aksi yang tadinya berjalan lancar yang dimulai dari pukul 10.00 Siang itu berakhir dengan ricuh.
Demo 4 november yang dilakukan oleh beberapa ormas Islam dengan mengundang masa dari berbagai daerah kemarin membuktikan bahwa koordinator demo itu tidak bisa mempertanggungjawabkan ucapan mereka yang dibilang 'Aksi Damai'.
Dalam hal ini Tito Karnavian selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia merasa marah dan dibohongi oleh para koordinator aksi tersebut.Aksi yang tadinya berjalan lancar yang dimulai dari pukul 10.00 Siang itu berakhir dengan ricuh.
Mari Lihat Situs Berita Bola Terbaik serta baca Berita Sepakbola Terupdate : De Boer Akhirnya Di Usir Secara Tak Hormat
Penyebab ricuhnya demo itu karena Polisi berusaha membubarkan para pengikut unjuk rasa karena sudah melewati batas waktu demo yang ditentukan oleh undang-undang.Polisi sudah berusaha memberi toleransi dengan mempersilahkan para pendemo membubarkan diri meleset 2 jam dari yang ditentukan undang-undang.
Waktu yang diatur oleh Peraturan Undang-undang saat berdemo adalah pukul 18.00,Namun sampai jam 19.30 Para pendemo tidak menggubris mediasi yang dilakukan aparat untuk membubarkan diri.Bahkan Kapolri sendiri sudah secara langsung berbicara dengan para kkordinator demo,Tapi tidak kunjung juga para koordinator tidak berusaha untuk segera membubarkan massanya.
Untuk itulah pada pukul 20.00 aparat mulai mengambil tindakan agak tegas dengan memperingati massa membubarkan diri dengan beberapa kali tembakan keudara.Namun bukannya mematuhi arahan aparat,Justru pendemo mulai mengambil senjata-senjata tajam dan bambu untuk berusaha merusak kawat berduri yang dipasang petugas didaerah Medan Merdeka Barat dekat Istana Presiden.
Padahal para Ulama mereka sudah dipersilahkan masuk untuk bertemu dengan perwakilan yang ditunjuk Presiden Jokowidodo.Dalam aksi anarkis tersbut diklaim oleh para pendemo mereka lakukan karena ingin bertemu dengan Presiden.Tapi Jokowidodo tidak dapat menemui mereka karena dianggap oleh Banda Istana Presiden yang saa itu sedang meninjau pembangunan Stasiun Kereta di Bandara Soekarno Hatta,Tidak dibolehkan kembali ke Istana Merdeka karena banyaknya jumlah pendemo sehingga dapat membahayakan keselamatan Presiden.
Dalam kejadian itu Para pendemo membakar dua truk milik Kepolisian Brimob dan menghancurkan Mobil Watercanon milik Polda Metro Jaya.Dalam kericuhan ini Para Polisi pun mengalami luka-luka dan ada juga korban berjatuhan dari Para pendemo.
Namun Kebijakan polisi dalam mengambil keputusan sangatlah tepat karena tidak satu pun ada korban tembakan dari Polisi.Polisi berusaha mungkin menjaga emosi dengan tidak menembakkan senjata api ke para pelaku anarkis demo tersebut.Polisi hanya melakukan tindakan menembakkan terus gas air mata dan Water Canon untuk memukul mundur massa yang tidak bisa dikontrol.
"Ya,saya sangat sayangkan kejadian semalam.Sudah Kita lakukan pendekatan secara persuatis dan sangat santun.Awalnya anggota saya tidak ada yang saya ijinkan sama sekali membawa senjata apapun dalam mengawal aksi demo tersebut."Ujar Kapolri
"Tapi kenapa,Menjelang malam para koordinator demo pun tidak merespon kami untuk membubarkan massanya seusai peraturan yang berlaku,Bahwa Demo harus diakhiri pukul 18.00 WIB.Tapi tidak ada niat baik dari para koordinator aksi itu sehingga kami mengambil keputusan agak tegas dengan mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata."Tuturnya
"Semua anspirasi sudah didengarkan Pak Wiranto selaku Menko Polhukam dan Pak JK selaku Wakil Presiden telah mempersilahkan Ulama untuk masuk menyampaikan anspirasinya mewakili para pendemo.Tapi saya lihat disini ada unsur penunggangan Politik lainnya yang menggerakkan masa berbuat demikian"
"Tentu akan kami usut kasus kericuhan ini,Saya sudah mendapatkan laporan ada beberapa pelaku aksi demo telah ditahan yang dianggap sebagai provokator.Sayapun sudah membuat surat panggilan penyerahan diri kepada para koordinator aksi,Atau tidak kami akan menangkap secara paksa"Sambungnya
"Bagaimanapun meski Unjuk rasa tidak dilarang,Tapi peraturan mesti ditegakkan.Dan sudah dipastikan kami tidak akan lagi memberikan ijin lagi FPI dari manapun untuk melakukan aksi demo.Karena mereka sendiri yang tidak bisa mempertanggung jawabkan ini."Tutupnya
Waktu yang diatur oleh Peraturan Undang-undang saat berdemo adalah pukul 18.00,Namun sampai jam 19.30 Para pendemo tidak menggubris mediasi yang dilakukan aparat untuk membubarkan diri.Bahkan Kapolri sendiri sudah secara langsung berbicara dengan para kkordinator demo,Tapi tidak kunjung juga para koordinator tidak berusaha untuk segera membubarkan massanya.
Untuk itulah pada pukul 20.00 aparat mulai mengambil tindakan agak tegas dengan memperingati massa membubarkan diri dengan beberapa kali tembakan keudara.Namun bukannya mematuhi arahan aparat,Justru pendemo mulai mengambil senjata-senjata tajam dan bambu untuk berusaha merusak kawat berduri yang dipasang petugas didaerah Medan Merdeka Barat dekat Istana Presiden.
Padahal para Ulama mereka sudah dipersilahkan masuk untuk bertemu dengan perwakilan yang ditunjuk Presiden Jokowidodo.Dalam aksi anarkis tersbut diklaim oleh para pendemo mereka lakukan karena ingin bertemu dengan Presiden.Tapi Jokowidodo tidak dapat menemui mereka karena dianggap oleh Banda Istana Presiden yang saa itu sedang meninjau pembangunan Stasiun Kereta di Bandara Soekarno Hatta,Tidak dibolehkan kembali ke Istana Merdeka karena banyaknya jumlah pendemo sehingga dapat membahayakan keselamatan Presiden.
Dalam kejadian itu Para pendemo membakar dua truk milik Kepolisian Brimob dan menghancurkan Mobil Watercanon milik Polda Metro Jaya.Dalam kericuhan ini Para Polisi pun mengalami luka-luka dan ada juga korban berjatuhan dari Para pendemo.
Namun Kebijakan polisi dalam mengambil keputusan sangatlah tepat karena tidak satu pun ada korban tembakan dari Polisi.Polisi berusaha mungkin menjaga emosi dengan tidak menembakkan senjata api ke para pelaku anarkis demo tersebut.Polisi hanya melakukan tindakan menembakkan terus gas air mata dan Water Canon untuk memukul mundur massa yang tidak bisa dikontrol.
"Ya,saya sangat sayangkan kejadian semalam.Sudah Kita lakukan pendekatan secara persuatis dan sangat santun.Awalnya anggota saya tidak ada yang saya ijinkan sama sekali membawa senjata apapun dalam mengawal aksi demo tersebut."Ujar Kapolri
"Tapi kenapa,Menjelang malam para koordinator demo pun tidak merespon kami untuk membubarkan massanya seusai peraturan yang berlaku,Bahwa Demo harus diakhiri pukul 18.00 WIB.Tapi tidak ada niat baik dari para koordinator aksi itu sehingga kami mengambil keputusan agak tegas dengan mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata."Tuturnya
"Semua anspirasi sudah didengarkan Pak Wiranto selaku Menko Polhukam dan Pak JK selaku Wakil Presiden telah mempersilahkan Ulama untuk masuk menyampaikan anspirasinya mewakili para pendemo.Tapi saya lihat disini ada unsur penunggangan Politik lainnya yang menggerakkan masa berbuat demikian"
"Tentu akan kami usut kasus kericuhan ini,Saya sudah mendapatkan laporan ada beberapa pelaku aksi demo telah ditahan yang dianggap sebagai provokator.Sayapun sudah membuat surat panggilan penyerahan diri kepada para koordinator aksi,Atau tidak kami akan menangkap secara paksa"Sambungnya
"Bagaimanapun meski Unjuk rasa tidak dilarang,Tapi peraturan mesti ditegakkan.Dan sudah dipastikan kami tidak akan lagi memberikan ijin lagi FPI dari manapun untuk melakukan aksi demo.Karena mereka sendiri yang tidak bisa mempertanggung jawabkan ini."Tutupnya

No comments:
Post a Comment